#kosong

jeda cukup lama setelah perempuan itu pergi dan menginjakkan kaki pada surat dengan tanda hati pada muka amplop, kejadian ini mungkin tujuh atau mungkin sembilan bulan setelahnya.

DI SUSHI BAR.
SEBUAH RESTORAN RITEL SUSHI TERNAMA.
FOKUS PADA SATU POJOK DI ANTARA JEJERAN MEJA PANJANG.
SETUMPUKAN SURAT DENGAN TANDA MATAHARI DI PUNGGUNG AMPLOP.

kegelisahan yang beralasan..

DI SEKITAR SURAT-SURAT ITU;
DUA BOTOL BEER YANG SUDAH HABIS DITUANG,
SATU GELAS PILSNER SETENGAH PENUH,
TIGA PIRING KERAMIK WARNA ABU KEHIJUAN SUDAH HABIS.
BUNTALAN TISU BERGUNDUK.

tidak pernah cukup berarti untuk membuyarkan harapan..

DI HADAPAN SURAT-SURAT ITU;
SEORANG LAKI-LAKI MENANGIS.

itu hanya akan menjadi alasan baru untuk bertahan..

AIR MATA DAN INGUS BERCUCURAN.
LAKI-LAKI ITU MENYEKA DENGAN TISU.
MEMBUNTALNYA DAN MENUMPUKNYA.
TAMBAH SATU LAGI PADA BUNTALAN TISU BERGUNDUK.

lagipula,
kita tidak menginginkan hal buruk, bukan?

SUARA SEDU SEDAN.
MUNGKIN LIMA ATAU TUJUH MENIT.
KEMUDIAN LAKI-LAKI ITU MULAI MENGATUR NAFAS.
KEMBALI MENYEKA AIR MATA DAN INGUS DENGAN TISU.
MEMBUNTALNYA DAN KEMBALI MENUMPUKNYA.
TAMBAH LAGI PADA BUNTALAN TISU BERGUNDUK.

TIDAK BERAPA LAMA DARI SANA.
SEORANG LAKI-LAKI LAIN DATANG.
MARI KITA SEBUT LAKI-LAKI TADI ADALAH LAKI-LAKI PERTAMA (L1),
DAN LAKI-LAKI YANG BARU DATANG INI KITA SEBUT LAKI-LAKI KEDUA (L2).

LAKI-LAKI KEDUA DUDUK SELISIH SATU KURSI DARI LAKI-LAKI PERTAMA.
PERBEDAAN RASA DI SEKITAR MEREKA CUKUP KONTRAS.

LAKI-LAKI KEDUA TERASA LEBIH TEGAS,
PENUH DAYA UPAYA,
DAN SIAP UNTUK BERTAHAN.
RASA ITU TAMPIL DENGAN JELAS.
PADA RAMBUT BOTAKNYA.
PADA GARIS MUKANYA.
PADA SETELAN JEANS, T-SHIRT, DAN PARKA-NYA.

LAKI-LAKI PERTAMA TERASA GAMANG,
MELEDAK-LEDAK, NAMUN PASRAH,
DAN SEOLAH BERDIRI DALAM KEMUSTAHILAN.
RASA ITU TAMPIL DENGAN JELAS.
PADA RAMBUT TEBALNYA.
PADA GARIS CENGENGESANNYA.
PADA SETELAN CELANA PENDEK BAHAN & KEMEJA LENGAN PANJANG
YANG DIGULUNGNYA.

NAMUN BEGITU, SELISIH UMUR MEREKA TIDAK JAUH.
MUNGKIN HANYA SELANG BEBERAPA TAHUN,
ATAU MUNGKIN BULAN, ATAU MALAH HARI?
YANG PALING KENTARA,
KEDUANYA MEMILIKI TAHI LALAT YANG SAMA.
DI LEHER SEBELAH KANAN.

SEMBARI MEMBUKA PARKA, LALU MENGACUNGKAN TANGAN,
LELAKI KEDUA MEMANGGIL PRAMUSAJI.

Mbak..

LAKI-LAKI PERTAMA MASIH MEMBACA SURAT-SURATNYA.
SEMBARI SESEKALI MENEGAK SISA BEER DI GELAS PILSNERNYA.
DENGAN AIR MATA DAN INGUS BERCUCURAN.
SEMBARI SESEKALI MENYEKA DENGAN TISU,
KEMUDIAN MEMBUNTAL DAN MENUMPUKKANNYA.

PRAMUSAJI DATANG.
SIAP MEMBANTU LELAKI KEDUA.

Silakan, Mas, pesanannya..

Satu Sushi Cake untuk saya yang sedang berulang tahun, lalu minta tambahan Tanuki dan Mayonnaise ya, Mbak.

Untuk minumnya, Mas?

Ocha panas saja, Mbak.

Ada tambahan lainnya, mungkin?

Nanti dulu, Mbak. Saya lihat perasaan saya dulu.

Baiklah, pesanannya diulang ya. Satu Sushi Cake untuk Mas yang sedang berulang tahun, dengan tambahan Tanuki dan Mayonnaise.

Sip, Mbak. Terima kasih.

Dengan senang hati.

Dengan hati senang.

LELAKI KEDUA MENUTUP PERCAKAPAN.
SEMBARI TERSENYUM DAN MENGEDIPKAN MATA.
KALI PERTAMA MUKA LAKI-LAKI KEDUA INI TERLIHAT DENGAN JELAS.

SEMBARI MENUNGGU PESANANNYA,
LAKI-LAKI KEDUA INI PERGI MENINGGALKAN MEJA.
MUNGKIN KE TOILET.

LAKI-LAKI PERTAMA MASIH BERKUTAT DENGAN SURAT
DAN BERJUTA PERASAAN YANG TERSIRAT.

WAKTU BERJALAN.
KOKI MENYIAPKAN MAKANAN.
PRAMUSAJI MEMPERSILAKAN PENGUNJUNG.
ORANG-ORANG DI SEKITAR BERCAKAP SAMBIL BERSANTAP.
ORANG-ORANG DI SUDUT LAIN BERCENGKRAMA.

PRAMUSAJI DATANG.
MEMBAWAKAN OCHA HANGAT.
DITARUHNYA.
LAKI-LAKI KEDUA BELUM JUGA DATANG.

SERAYA MENGHABIS SISA BEER DI GELASNYA,
LAKI-LAKI PERTAMA MEMANGGILNYA.
SEMBARI MENGATUR NAFAS.
SEKALIGUS MEMBENARKAN RAUT MUKANYA.

Mbak..

Ya, Mas?

Beer-nya satu lagi ya, Mbak.

Baik, Mas. Untuk piring sushinya sudah bisa diangkat?

Silakan, Mbak. Tapi saya masih belum habis membaca surat-nya.

SEMBARI BINGUNG.
PRAMUSAJI MENINGGALKANNYA.
LAKI-LAKI PERTAMA MEMGHIRAUKAN KEBINGUNGAN ITU.
PELAN-PELAN IA MERAPIKAN SURATNYA.
MEMASUKKANNYA KEMBALI KE DALAM AMPLOP.
AMPLOP DENGAN TANDA MATAHARI DI PUNGGUNGNYA.
KEMUDIAN, IA MEMBUKA SURAT LAIN DARI TUMPUKAN ITU.
AMPLOP KALI INI, DI PUNGGUNGNYA TERTANDA LAIN.
BUKAN MATAHARI YANG BERSINAR CERAH.
TAPI MATAHARI YANG TERBENAM.
SETENGAH PENUH.
TEMARAMNYA TERASA
SANGAT MEMILUKAN.

BERSAMAAN DENGAN ITU,
LAKI-LAKI KEDUA DATANG.
KEMBALI DUDUK.
LALU, IA MEMEGANG GELAS OCHA PANASNYA,
DENGAN KEDUA TANGANNYA.
SEPERTI SEDANG BERDIANG.

LAKI-LAKI PERTAMA BERGEMING.
IA MASIH BELUM MEMBUKA SURATNYA,
SURAT DENGAN TANDA MATAHARI TERBENAM.
MUNGKIN MENUNGGU,
ATAU MUNGKIN MEMPERSIAPKAN DIRI.

WAKTU TERUS BERJALAN.
KOKI MENYIAPKAN MAKANAN.
PRAMUSAJI MEMPERSILAKAN PENGUNJUNG.
ORANG-ORANG DI SEKITAR BERCAKAP SAMBIL BERSANTAP.
ORANG-ORANG DI SUDUT LAIN BERCENGKRAMA.

PRAMUSAJI DATANG.
PADA NAMPAN YANG DIBAWA TERDAPAT DUA PESANAN.
IA MENGHAMPIRI MEJA LAKI-LAKI KEDUA.

Silakan, Sushi Cake untuk yang berulang tahun. Dan juga, tambahan Tanuki dan Mayonnaise-nya.

Terima kasih, Mbak.

Dengan senang hati.

Untuk kali ini, saya tidak sepenuhnya siap untuk membalas dengan hati senang.

PRAMUSAJI TIDAK MENGHIRAUKAN.
LANGSUNG MENGHAMPIRI MEJA LAKI-LAKI PERTAMA.

Silakan, untuk tambahan beer-nya.

LAKI-LAKI PERTAMA BERGEMING.
IA HANYA MEMBALASNYA DENGAN ANGGUKAN.
IA MULAI MENUANGKAN BEER DALAM BOTOL ITU KE GELAS.
BOTOL KETIGA.

LAKI-LAKI KEDUA MULAI MENYIAPKAN SANTAPANNYA.
MENUANGKAN SOYU, MENGAMBIL WASABI.
KADO UNTUK ULANG TAHUNNYA SENDIRI.

YANG SATU MULAI BERDOA.
YANG LAIN MULAI MEMBUKA SURATNYA.

YANG SATU MEMEJAMKAN MATA
DALAM SETIAP KUNYAHANNYA.
YANG LAIN TIDAK BERHENTI MENANGIS
DALAM SETIAP KALIMAT YANG DIBACANYA.

YANG SATU SESEKALI DISELINGI OCHA PANAS-NYA.
YANG LAIN SESEKALI MENEGUK BEER-NYA.

YANG SATU MERAPIKAN SISA TANUKI
DAN MAYO YANG MENEMPEL DI SEKITAR MULUTNYA.
YANG LAIN SESEKALI MENYEKA INGUS DAN AIR MATA,
LALU MENGUMPAL GUNDUKAN TISU.

TIDAK ADA YANG PERNAH BENAR-BENAR PEDULI
PADA APA YANG TERJADI DI KEPALA MEREKA SEBENARNYA.
WAKTU TERUS BERJALAN.
KOKI MASIH MENYIAPKAN MAKANAN.
PRAMUSAJI MASIH MEMPERSILAKAN PENGUNJUNG.
ORANG-ORANG DI SEKITAR MASIH BERCAKAP SAMBIL BERSANTAP.
ORANG-ORANG DI SUDUT LAIN MASIH BERCENGKRAMA.

SAMPAI AKHIRNYA,
SALAH SATU DARI MEREKA
MEMECAH KESENDIRIAN DAN
MEMULAI PERCAKAPAN.

WAKTU DI SEKITAR MEREKA,
SEOLAH BERHENTI.

LAKI-LAKI PERTAMA MENUTUP SURAT,
MEMASUKKAN KE DALAM AMPLOP
DENGAN TANDA MATAHARI TERBENAM
SEMBARI MASIH MENANGIS.
LAKI-LAKI MEMBERESKAN SUMPITNYA,
MELETAKAN SECARA HORIZONTAL,
TANDA SELESAI MAKAN.

LAKI-LAKI KEDUA MASUK DENGAN TIBA-TIBA.

Meratapi tak akan membuat segalanya kembali..

LAKI-LAKI PERTAMA SEDIKIT SONTAK.
SEBELUM MEMBALAS,
IA MENEGAK KEMBALI BEER DALAM GELASNYA.

Aku tidak pernah ingat memiliki semuanya..

LAKI-LAKI KEDUA MEMBALAS DENGAN RINGAN.

Kita mungkin, lebih berbakat untuk menjadi lupa..

SEDIKIT BERJEDA, LAGI-LAGI
IA MENEGAK KEMBALI BEER DALAM GELASNYA.

Apakah “lupa” akan membebaskan kita?

LAKI-LAKI KEDUA MEMBALAS,
SEMBARI MENATAP KE ARAH DEPAN.
RAUT MUKANYA SEOLAH SENYUM.
BUKAN SENYUM YANG DINGIN.
SENYUM YANG HANGAT.
TEGAS DALAM KETIDAKPASTIAN.

Adakah “luka” yang tidak mengingatkan kita?

KEBINGUNGAN MENDENGAR BALASAN ITU.
LAKI-LAKI PERTAMA MENARUH KEMBALI
GELAS BEER YANG SUDAH DI TANGANNYA.
TIDAK JADI MENEGUK.

Aku tidak mengerti..

LAKI-LAKI KEDUA MEMBALAS,
SEMBARI MENENGOK KE ARAH LAKI-LAKI PERTAMA.
DENGAN RAUT MUKA YANG SAMA.
SEPERTI TERSENYUM, TAPI TIDAK SEPENUHNYA.
HANGAT.
TEGAS DALAM KETIDAKPASTIAN.

Tidak apa-apa..

LAKI-LAKI KEDUA MEHANAN KALIMATNYA.
IA MELIHAT JAM DI TANGAN KIRINYA.
WAKTU MENUNJUKAN PUKUL
DELAPAN LEWAT TUJUH BELAS MENIT.
LALU, IA MELANJUTKAN KALIMATNYA.

..lagi pula, ini masih terlalu pagi untuk temukan arti..

JEDA. MUNGKIN TIGA SAMPAI LIMA MENIT.
MEREKA MUNGKIN TENGGELAM DALAM KENANGAN.
MENCOBA MERAIH POTONGAN INGATAN.
MENYUSUN PERLAHAN.
SEMBARI MENCARI JAWABAN.
TENTANG ALASAN
MENGAPA MEREKA SEKARANG BERADA DISANA.

LAKI-LAKI PERTAMA MULAI LEBIH TENANG.
LAKI-LAKI KEDUA KEMBALI MEMECAH KEHENINGAN.

Sudah selesai?

LAKI-LAKI PERTAMA TIDAK LANGSUNG MEMBALAS.
IA MENEGAK HABIS SISA BEER YANG ADA DALAM GELASNYA.
KEMUDIAN, DILANJUTKAN MENYEKA SISA INGUS DAN AIR MATA.
TERAKHIR, IA MEMBENARKAN AIR MUKANYA.
PERLU CUKUP WAKTU.

Lebih baik diselesaikan..

LAKI-LAKI KEDUA SEPERTI TAKJUB.
TAPI JUGA SEPERTI SUDAH MENYANGKA.

Pilihan yang bijak..

LAKI-LAKI KEDUA MENGACUNGKAN TANGAN.
MEMANGGIL PRAMUSAJI.
TIDAK LAMA, PRAMUSAJI DATANG.
LAKI-LAKI KEDUA MELANJUTKAN.

Mbak, minta bill-nya ya.. untuk bill-nya dia, biar saya yang bayar..

LAKI-LAKI PERTAMA MENYEROBOT PEMBICARAAN.

Kok? Ada apa ini?

LAKI-LAKI KEDUA MEYAKINKAN LAKI-LAKI PERTAMA
JUGA PRAMUSAJI.

Memang aturannya begitu, bukan? Yang berulang tahun, yang bayar.
Tolong
 ya, Mbak.  

LAKI-LAKI KEDUA MULAI MEMAKAI PARKA-NYA.
BERSIAP KE ARAH KASIR UNTUK MEMBAYAR.
LAKI-LAKI PERTAMA MEMOTONG LAGI.
TIDAK BERANJAK DARI TEMPATNYA.

Sebentar, apakah kita pernah bertemu sebelumnya?

SAMBIL KELUAR DARI MEJANYA,
LAKI-LAKI KEDUA MEMBALAS.
LAGI-LAGI DENGAN EKSPRESI ITU.
SENYUM YANG HANGAT.
KETEGASAN DALAM KETIDAKPASTIAN.

Kamu mengenalku jauh lebih dari yang kamu tahu..

MASIH BELUM PUAS DENGAN JAWABAN ITU.
LAKI-LAKI PERTAMA MASIH BERSIKUKUH.
TAPI TIDAK BERANJAK SAMA SEKALI DARI TEMPATNYA.

Apakah kita akan berjumpa lagi?

LAKI-LAKI SUDAH MENDEKATI KASIR,
TAPI MASIH MEMBALAS.
DENGAN BADAN YANG AGAK MENENGOK.

Semoga tidak.

LAKI-LAKI PERTAMA BINGUNG.
TAPI JUGA SEPERTINYA TIDAK.

Kalau begitu, “selamat ilang tahun”..

LAKI-LAKI KEDUA TIDAK MENENGOK
DAN PERGI KE ARAH KASIR.
LAGI-LAGI SEMBARI TERSENYUM.

FOKUS KEMBALI PADA LAKI-LAKI PERTAMA.
IA BERKEMAS DENGAN SEGALA SURAT-SURATNYA.
SURAT DENGAN TANDA MATAHARI DI PUNGGUNG AMPLOP.

DARI KEJAUHAN ALUNAN MUSIK.
SUARA GITAR AKUSTIK JUGA PUKULAN CAJON.
WARNA SUARA KHAS PENGAMEN JALANAN.

POTONGAN GAMBAR PERTAMA.
LAKI-LAKI KEDUA SEDANG BERJALAN
MENYUSURI SALAH SATU SUDUT KOTA.
SEBUAH AREA KULDESAK, DENGAN JALAN UTAMA MELINGKAR.
ADA POHON BESAR SEBAGAI PUSAT AREA.
HUNIAN SEMI KUMUH TUMBUH DI SEKITAR POHON.
MALAM HARI, CAHAYA TEMARAM DARI SEKITAR RUMAH.
MASUK SUARA SANG PENYANYI

coba untuk ulangi..
apa yang terjadi..
harap kan datang lagi..
semua yang pernah telah terlalui..
bersama alam, menempuh malam..
walau tak pernah ada kesempatan..
terjebak dalam jerat mengikat,
namun tekad nyatakan bebas..

POTONGAN GAMBAR KEDUA.
LAKI-LAKI KEDUA SEDANG DUDUK,
DI SEBUAH BANGKU PANJANG YANG EMPUK.
BERSANDAR PADA DINDING.
INTERIOR LORONG BIOSKOP YANG SEPI.

jalan panjang..
semakin lapang..

hanya dahan kering yang terpanggang..
tak ada teman telah terpencar..
namun waktu terus berputar..
peduli apa terjadi..
terus berlari tak terhenti..
untuk raih harapan..
di dalam tangis atau tawa..

POTONGAN GAMBAR KETIGA.
LAKI-LAKI KEDUA BERJALAN DI TROTOAR.
SEBUAH JALAN PROTOKOLER.
PUSAT PERBELANJAAN DI SEKITARNYA.
MENUJU SEBUAH JEMBATAN PENYEBRANGAN.
PARA PENGAMEN SEDANG BERMAIN MUSIK.
DARI SANA ASAL SUARA SEMUA ALUNAN MUSIK.

temukan diri di dalam dunia tak terkira..
tak berarti tak akan pasti..
terlalu gelap..
pergilah pulang..

LAKI-LAKI KEDUA MEMBERHENTIKAN LANGKAHNYA.
DI HADAPANNYA SEORANG WANITA.
YANG MUNGKIN SELAMA INI DICARINYA.
DALAM TUMPUKAN INGATAN DAN KENANGAN.
WANITA DENGAN BERKACAMATA DENGAN
TAHI LALAT DI BAWAH MATA SEBELAH KANAN.

WANITA ITU MENGHADAP KE ARAH JALANAN.
MEMUNGUNGGI PARA PENGAMEN.
LAKI-LAKI KEDUA MENGHAMPIRI,
TAPI TIDAK MENDEKATI.
JARAK DI ANTARA MEREKA CUKUP JAUH
UNTUK PUNYA RUANG PRIBADI.
TAPI JUGA JARAK ITU CUKUP DEKAT
UNTUK MEREKA BISA SALING BERCAKAP.

LAKI-LAKI KEDUA MEMULAI PEMBICARAAN.
SEMBARI MENATAP KE ARAH DEPAN.
DI ANTARA RIUH RAMAI ORANG YANG BERLALU.
DI ANTARA OBROLAN REHAT PARA PENGAMEN.
DI ANTARA LAMPU KENDARAAN YANG MELINTAS DI BAWAH.
TIDAK MEMPERHATIKAN WANITA ITU SAMA SEKALI.

Kamu tahu kalau aku akan datang.

WANITA ITU MEMBALAS.
DENGAN CEPAT DAN SEDIKIT KETUS.

Aku tidak menunggumu.

MASIH DENGAN NADA DAN INTENSITAS YANG SAMA.

Aku tidak pernah memintamu untuk pergi.

Kamu tidak pernah benar-benar memintaku untuk tetap tinggal.

Aku hanya..

WANITA ITU MENYEROBOT,
DI ANTARA KALIMAT YANG TIDAK SELESAI.

Kamu hanya tak pernah berani. Untuk benar-benar menyakiti, dan benar-benar menerima kelemahanmu sendiri.

Di titik itu, aku tidak hendak menyalahkanmu. Tapi tamparan itu memang benar menyakitkan.

WANITA ITU MEMBALAS DENGAN MEYAKINKAN.

Tidak ada perjalanan tanpa ada yang tersakiti.

LAKI-LAKI KEDUA ITU DIAM.
MEMBERI JEDA PADA INTENSITAS EMOSI
DI ANTARA MEREKA.
LALU, MELANJUTKAN PERCAKAPAN.

Aku akan..

WANITA ITU LAGI-LAGI MENYEROBOT,
DI ANTARA KALIMAT YANG TIDAK SELESAI.

Tidak perlu kau katakan. Buktikan.

LAKI-LAKI KEDUA TIDAK LAMA LANGSUNG MEMBALAS.

Kalau begitu, aku pergi.

Ya, sampai jumpa lagi.

LAKI-LAKI KEDUA MENINGGALKAN POSISINYA.
MEMBALIKKAN BADAN.
MENUJU KE ARAH PENGAMEN YANG SEDANG BERSIAP
DENGAN LAGU SELANJUTNYA.
IA MEMBUNGKUKKAN BADAN.
MEMBAYAR JASA PENGAMEN ITU.
LAKI-LAKI KEDUA KEMUDIAN PERGI.
TIDAK JADI MELINTASI JEMBATAN PENYEBRANGAN ITU.
IA PERGI KE ARAH DARI MANA IA BERASAL.
TIDAK BERAPA LAMA, PARA PENGAMEN ITU
MULAI LAGU SELANJUTNYA.
SUARA GITAR AKUSTIK CUKUP RAMAI.
SEMUA ORANG DALAM KELOMPOK ITU MENYANYI.

karena hidup takkan selalu..
sesempurna yang engkau mau..
maka teruslah berjalan..
maka teruslah berjalan..

karena di balik deritamu..
tersembunyi kisah indah baru..
maka teruslah berjalan..
maka teruslah berjalan..

hingga kau temukan indahnya jawaban..

LAGU BERAKHIR.
WANITA ITU MENINGGALKAN TEMPATNYA.
MENGHAMPIRI PARA PENGAMEN ITU.
MEMBAYAR JASA PARA PENGAMEN ITU.
WANITA ITU KEMUDIAN PERGI.
TIDAK JADI MELINTASI JEMBATAN PENYEBRANGAN ITU.
IA PERGI KE ARAH DARI MANA IA BERASAL.

selesai

p.s
lirik dan musik diambil dari
KOSONG — PURE SATURDAY (NOAH COVER)
ODE PENYEMBUH LUKA — THE RAIN

Advertisements

One thought on “#kosong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s