Yang Fana & Abadi

Di kantor beberapa waktu belakangan ini, digawangi oleh Sarah Soeprapto, lagi sering ngebuat kesimpulan (sok) filosofis dengan  pola “(isi sesuatu disini) itu sementara, (isi sesuatu disini) itu selamanya”. Seperti biasa, saya sebagai antek SarSup pun terbuai dengan modul bertutur itu, dan akhirnya mulai ngide-ngide sendiri (atau kadang berdua sama Raras). Di tengah lagi ngide-ngide, tiba-tiba keinget kalau pola tadi itu mirip banget sama potongan sajaknya Sapardi yang cukup terkenal, yang fana itu waktu, kita abadi. Jadi, ini iseng-iseng berhadiah aja, kalau ada yang suka, silakan dibungkus aja ya. Daftar ini akan di-update kalau memang ada ide-ide tambahan. Mari mari~

galau itu sementara, pendewasaan itu selamanya
ngerti itu sementara, bingung itu selamanya
ingat itu sementara, lupa itu selamanya
jawaban itu sementara, pertanyaan itu selamanya

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s