Sunshower (Tribute to Raygava & Chris Cornell)

Teruntuk Mas Rega,

Kemaren-kemaren ini, pas nama Chris Cornell banyak tampil di media sosial, saya beneran ga tau siapa itu Chris Cornell. Sampe akhirnya Mas Rega ngepos di Path baru-baru ini soal lagu kaveran Mas Rega Tribute to Chris Cornell dengan judul lagu Sunshower. Seperti biasa, semua postingan Mas Rega tentang karya-karya kaveran maupun lagu sendiri Mas Rega selalu menarik perhatian saya (Hemat Pangkal Kaya, Teorinya itu bakal jadi bahasan lain di email lain kayaknya). Saya langsung selancar ke link YouTube itu, lagu mulai, saya mulai anticipating, dan puncaknya adalah ketika masuk ke reff, saya beneran terenyuh, “apa-apaan nih, ini lagu kaveran atau obituari?”
 
Buat nyari insight, saya langsung coba cek ke description si video itu, dan nemuin di situ nemuin,
Why Sunshower? This was Chris Cornell’s single. Not Soundgarden and not Audioslave, so I thought it’s just proper to commemorate him with one of his earliest solo tracks. It was also in the late 90s when I first heard chris made a song like this (it was for Great Expectations soundtrack before the euphoria morning album). It’s the one song that has always stuck in my fingers. I would played them everytime we hang out at a friend’s place (but of course I could never sing it properly). This song also has a positive meaning. Something I wish people will remember Chris Cornell for.”
Dan setelah baca itu, saya makin yakin kalau 5 menit yang baru aja saya lewatin itu adalah sebuah obituari. Saya ga pernah tau Mas Rega udah berapa kali denger suara ataupun komposisi dari Chris Cornell sepanjang hidup Mas Rega, saya ga pernah tau ada berapa koleksi CD, Tape, atau mungkin Piringan Hitam dengan nama Chris Cornell di dalem booklet-nya, saya ga pernah tau juga seberapa banyak video yang harus Mas Rega browsing buat bikin si video 5 menit ini, saya ga tau, Mas Rega. Tapi, yang jelas, abis dengerin lagu Sunshower kaveran Mas Rega, saya ngerasin segala macem setiap perasaan Mas Rega soal Chris Cornell, that particular feeling; about your attempt to play this song every time you hang out at your friend’s place, your automatically played fingers-memory to play this song when your hands are on the guitar, about your intention to sing your feeling out from right-part of screen to the left-part of the screen, about your lost on Chris Cornell. Dan setelah saya cek lagi lirik lagu-nya, kayak seolah Mas Rega beneran lagi cerita sebagai orang pertama, merapal doa, sekaligus ngasih pesan ke fans-fans Chris Cornell yang juga ngerasain kehilangan lewat lagu ini,

“But its all right
When you’re all in pain
And you feel the rain come down
Oh its all right
When you find your way
Then you see it disappear..
Oh its all right
Though your gardens gray
I know all your graces
Someday will flower
Oh in the sweet sunshower
Oh in the sweet sunshower
In the sweet sunshower..”

Terima kasih banyak sudah bikin kaver lagu ini dan ngebawa saya jadi kenalan sama Chris Cornell dan karya-karya solo Chris Cornell. Saya kayaknya ga akan pernah kenal sama Chris Cornell kalau ga ada Mas Rega. Dan sekarang ini, saya lagi muterin lagu kaveran Mas Rega ini untuk ke-sekian kalinya dalam 3 hari ini, di speaker saya di depan ini, lewat suara Mas Rega, saya seolah diingetin sama Chris Cornell, yang bener kata Mas Rega, semoga bisa jadi pengingat kita semua, tentang sense of hope yang pengen dibawa di lagu ini;
I know all your graces
Someday will flower
In the sweet sunshower
And its all right
All you’ll be you are today
Are today
Its all right
All you’ll be you are today
Are today………
p.s

Buat saya, yang ngalamin kekayaan berpikir Mas Rega dari mulai ke-impress sama Where I Belong, kepoin blog Mas Rega, ngalamin ngobrol dan ketemu langsung sama Mas Rega, ikut-ikut jadi crew pas Mas Rega dan Mas Wibi manggung di acara Arsitek UNPAR (7 tahun yang lalu?), dengerin 4 lagu demo Mas Rega yang Musikku, Titi Tiara, dan si track nomor 3 yang saya suka banget, sampe akhirnya tau kalau Mas Rega temenan sama Mbak Anggit, terus jadinya menikmati segala macem celotehan maupun potongan hidup Mas Rega dari Path; segala macem aransemen dan rekomposisi lagu ini bener-bener ngewakilin kekayaan berpikir Mas Rega banget. Jadi, this piece is really something expected from you sih. Sekali lagi terima kasih, Mas Rega.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s