Yang Tersisa dari Senja, Sebelum Pukul Lima — 4

16.38

masih
dua puluh dua menit
sebelum pukul lima

tapi gelagat itu
selalu begitu,
‘mimik gelisah
dan kehadiran
yang tinggal setengah’

lalu, suara itu,

“duluan ya..”

ucapan selamat tinggal
yang terburu-buru
dengan segenap perasaan
yang tak selesai

 

19.32

kita tak pernah tau
apa yang Tuhan sisakan
dari pertemuan
dan perpisahan

kita menebak
dengan jawaban-jawaban
yang sama-sama
tak pernah diucapkan

tapi kali ini
ketika hari sudah malam,
sekali lagi kita terdampar
pada sebuah kenyataan lain;

kita bersanding dengan pasangan
dan duduk bersebrangan
tidak saling melempar pandang
tidak berani membuka obrolan

akhirnya kita sama-sama tahu
“Tuhan, Kau memang seringkali bermain dengan dadu..”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s