Yang Tersisa dari Senja, Sebelum Pukul Lima — 3

16.48

Kita sama-sama tahu
tak ada yang sia-sia sebenarnya.
Seperti juga sekarang ini
ketika kita sama-sama terdiam dan tepekur
menatap nanar pada kejauhan
“masih adakah lain kali?”

 

17.09

Sudah lebih 20 menit,
dan entah sejak kapan
diam menjadi pilihan.
Pelan-pelan,
kita menyusun ulang
potongan demi potongan,
ingatan
dan kejadian.

Lalu, kita mulai berhitung;

“satu semangka untuk setiap suka..
satu delima untuk setiap jarak yang meniadakan kita..”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s