Yang Tersisa dari Senja, Sebelum Pukul Lima — 2

Setelah berbagi bir di teguk kelima
gigitan coklat ketiga
dan obrolan yang acap kali acak
di kejauhan
suara radio
dengan frekuensi yang tidak sepenuhnya tepat;

“mereka..
nggak mau mengerti..
mereka..
nggak mau mengerti..
mereka..

nggak mau mengerti..”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s