“Apakah kita membutuhkan penanda?”

“Untuk mengingat?”

“Sepertinya.”

“Aku selalu mengingatmu sejak pertama kau mengatakan tidak.”

“Jadi kamu akan pergi?”

“Adakah tempat bagi kita yang selalu berpindah?”

“Kamu tidak pernah memintaku untuk tetap tinggal.”

“Aku tak bisa.”

“Kita..”

“Kita hanya tak pernah berani.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s