Ketakutan

Teruntuk Pak Bill dan Pak Budi,

Beberapa pertanyaan di sesi tanya jawab kemarin masih membekas, dan amat berkutat di dalam benak saya beberapa hari ini. Salah satu yang paling membekas adalah pertanyaan dari Pak Budi, “How do you overcome your fear?”

Pada sesi tanya jawab, saya masih merasa belum dapat menyampaikan dengan baik, saya hendak sekali lagi, berbagi pandangan melalui email ini.

Ketakutan, saya kira benar adanya bermula dari Ketidaktahuan. Maka, upaya untuk mengatasi Ketakutan erat kaitannya dengan penyikapan akan Ketidaktahuan.

Ada Ketakutan tersendiri ketika pertama kali saya memulai proyek ini, karena jujur saja, memimpin sebuah proyek fine-art performance adalah pengalaman yang baru bagi saya pribadi. Tatkala itu, saya seolah memasuki belantara hutan Ketidaktahuan.

Namun, saya masih mengingatnya dengan terang bahwa sedari awal saya menginisiasi proyek ini, tidak ada itikad lain dari dalam diri ini selain untuk belajar. Maka, selama saya menjalani proses produksi, masa-masa saya berada di antara hutan Ketidaktahuan, saya selalu menempatkan diri sebagai seorang murid yang tekun.

Lalu, saya pun belajar, dan di tengah hutan belantara itu, saya mulai memetakan. Saya mengawalinya dengan memberi nama pada apa-apa ‘yang saya mau’, ‘yang saya mampu’, dan ‘yang saya harus lakukan’. Dan seiring dengan proses pembelajaran tersebut, saya tak sekadar ‘tahu’, tetapi juga ‘mengerti’. Walaupun selama perjalanan, saya berhasil meraih kemenangan-kemenangan kecil dan mendapatkan ketenangan-ketenangan sesaat, Ketakutan tetap selalu hadir disana. Ia hadir pada bentuknya yang tak bisa tergapai. Dan pada titik ini, saya sepaham dengan Kierkegaard, selalu ada batasan yang selamanya tak bisa dilampui. Maka, selama proses memimpin produksi Taraksa, saya mengerti Ketakutan dan Ketidaktahuan hadir sebagai The Natural Act of God. Dan saya menyikapinya sebagai Keberserahan, atau Tawakal. Dalam artian, saya memandang Ketakutan bukan sebagai sesuatu yang intimidatif, melainkan sesuatu yang justru menyadarkan saya pribadi betapa Ada yang Maha di luar sana, ada yang tak bisa sepenuhnya saya tahu, semacam momen spiritualisme bagi diri saya sendiri. Dan pada Kesadaran itu, saya memahami bahwa hanya ada dua cara untuk mengatasi Ketakutan : 1) dengan percaya bahwa kita akan melewatinya, 2) dan selama proses melewatinya, lakukan sebaik-baiknya. Atau apabila hendak disampaikan dengan kalimat lain, the only way to overcome Fear is to embrace The Fear itself.

Advertisements

One thought on “Ketakutan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s