Macet

1. Dipancing oleh @hagaskaban dan @AdryanHafizh, saya ingin coba masalah kemacetan yg kerap mendera di Bandung dan Jakarta

2. Macet sering terjadi dimana2. Penyebab utamanya 2 : Jalan yg terlampau kecil atau jumlah kendaraan yang terlampau banyak.

3. Wah, diingatkan @rido_adimas, ada 1 lagi, tata kota yang semakin semrawut.

4. Nah, untuk menanggulangi masalah macet pemerintah sudah sering insentif memperlebar jalan. Efektif? Tidak. Macet skrg masih terjadi.

5. Utk menanggulangi permasalahan jumlah mobil, pemerintah baru akan mencanangkan program baru, pmbatsan subsidi BBM. Akan efektif? Blm tentu.

6. Mgp belum tentu? Karena menurut sy, program tersebut tidak ditunjang oleh sistem yg menyeluruh, namun memang ekonomi makro memang kompleks.

7. Pembatasan subsidi BBM, tanpa adanya pemberlakuan pembatasan kredit motor, menurut sy, kebijakan tersebut nol besar.

8. Bgi, kalangan menengah keatas, mgkn dmpk subsidi tdk akan terlalu terasa. Mgkn mereka msh lbh rela keluar uang lebih, ktimbang naik kendr umum.

9. Atau mungkin malah, beralih ke motor. Ketimbang naik mobil. Tapi apa nasibnya bagi kalangan menengah kebawah?

10. Ingin mncb sejahtera, mlh mkn didera. Kendaraan umum tak ada, melihat mobil smkin meraja. Mungkin dia bertanya, “Kesejahteraan punya siapa?”

11. Selain itu dampak pembatasan mobil pun memiliki dampak sistemik lainnya. Karyawan dealer mobil apa imbasnya? Pabrik mobil gmn ceritanya?

12. Niat pemerintah membatasi subsidi memang baik untuk meredakan kemacetan. Tapi siapa sih pengguna jalab? Buruh pabrik? Atau karyawan kantora?

13. Jk penjualan mobil menurun, tentu berdampak pada laba/rugi perusahaan. Laba menurun, biaya apa yg akan dikurangi? Buruh? Mrka mau makan apa?

14. Itu pun semestinya perlu dipikirkan oleh pemerintah, terutama para pembuat peraturan. Jgn cuma permasalahin meja di anggota BK DPR.

15. Selain dari itu, pembenahan infrastruktur dan tata kota pun perlu diwaspadai. Itu pun salah satu penyebab kemacetam.

16. Memberlakukan car-free-day di jalan Dago yg merupakan salah satu jalan utama di Bdg, belum lagi gasibu. Halo, Dada Rosada?

17. Car-free-day memang di Dago. Tapi car-terrific-jam-day di delta dago dan gasibu.

18. Selain itu, ruas jalan dago di sihir semua oleh factory outlet, sampai terus ke daerah setiabudi. Perkembangan pasar di alun2 apa kabar ya?

19. Para pdagang yg ad d alun2, atau mungkin di los-los gede bage apa kabar yah? Smua lari k factory outlet. Macet? Resiko kalo belanja, katany.

20. Belum lagi, mall2, yg katanya menjadi pusat ‘pergaulan’, hanya numplek di daerah tertentu. Macet? Yang penting gaya, malam minggu gitu loch.

21. Maka dari itu, guna memberantas kemacetan diperlukan suatu rancangan besar. Kita bisa mulai membantu kok, apa itu?

22. Ya, kalo kita bisa belanja ga di mall, kenapa harus di mall sih?

23. Kalo car-free-day, ya ayo kita galakan benar-benar car-free-day, bukan malah menjadi acara menutup jalan guna mengumpulkan pasar.

24. Masih banyak hal lain. Jalanan macet, otak kita jgn sampe ikutan macet, atau mlh ngebelain keuangan pribadi yang macet. Betul g, Pak Dada?

25. @fannyfny de, tambah jalanan kota kita yang amburadul bolong dimana2 dan hampir tidak layak dilewati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s