Kelas Konsumen Baru

Dengan pertumbuhan kelas menengah dan kenaikan investment grade. Pemerintah Indonesia amat berpotensi untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi!

Dengan kenaikan investment grade, APBN bisa dicanangkan defisit. Untuk apa? Pembangunan infrastruktur!

Kenapa perlu ada pembangunan infrastruktur? Memicu pertumbuhan ekonomi!

Pertumbuhan kelas menengah ini harus dipasok informasi-informasi yang ‘bermutu’, agar pertumbuhan ekonomi tidak banal.

Pertumbuhan kelas menengah secara global ini cukup mematahkan teori ‘distribution of wealth’. Terjadi perubahan bentuk kurva.

@putrirahel: sepakat bgt yg ini!! oya, jgn lupa pembangunan infrastruktur perlu kajian. jgn sampe di Jkt melulu”

@citradjajanti ohiya hehe,bener tri yg butuh kajian pembangunan infrastruktur terutama buat dermaga,biar eksport-import mkn lancar.”

Financial Planner bisa jadi tambah banyak dan tambah kaya nih. hehehe..

Dengan pertumbuhan konsumen baru ini, Indonesia pun menjadi sasaran empuk bagi industri global. Jgn sampai neraca pembayaran negatif.

Pertumbuhan konsumen baru ini melahirkan pengusaha2 sukses muda. Tp satu hal, agar tren tetap positif : perlu ada pertumbuhan industri!

Kemarin sempat ada kuliah tamu dari CEO-nya Alto (financial services). Magnetic card (kartu ATM) masih harus import, dgn harga $2. Gila!

Katanya, belum ada industri yang bergerak di bidang ini, padahal pemakaian kartu kredit/atm makin pesat. Sayang sekali.

Satu pesan yang kontroversial ah sebelum tidur : kmunculan konsumen baru ini harus diikuti dengan perubahan struktur di universitas.

Saya kira, metode ber-‘himpun’ sudah kurang pas. Perlu ada terobosan lain, barangkali project-based team.

Project-based team bisa jadi 2 : initiative-project atau commision-based.

Tapi fokus yang paling utamanya adalah pengembangan ‘produk’.

Kalo initiative-project istilahnya proyek-proyek idealis mahasiswais tapi dalam sebuah produk yang sustain.

Nah! Satu lagi, yang commision-based, itu pengembangan produk dalam lingkup ‘menghasilkan’.

Dengan adanya bentuk guyub yang baru, niscaya kolaborasi, yang kerap diteriakan itu, terjadi.

Istilahnya kita bikin perusahaan mini. Dalam suatu perusahaan kolaborasi sudah jadi barang tentu.

Dalam perkembangan selanjutnya, semisal bentuk guyub baru dari universitas tadi sudah terbentuk. Perlu ada 2 syarat utama lagi.

Sempat disinggung di kuliah @ridwankamil. Yaitu : kafe (tempat bekumpul) dan VC (venture capital). Kenapa?

Kafe (tempat berkumpul) diperlukan dalam sebagai alternatif guyub baru tersebut. Wadah lain dari ber-‘himpun’.

VC (modal ventura) diperlukan sebagai pemasok modal yang ‘cerdas’. Sudah ada ide, harus ada duit toh.

Jadi, saya kira, fenomena patut disambut. Selamat tidur! Semoga hari esok menyenangkan!

@AdryanHafizh selain harus ada ide, duit, sama yang paling penting tri: balls (bukan artinya balls yang itu, tapi keberanian) :D”

Dengan muncul kelas konsumen baru, saya kira, sekulerisme bisa segera terlaksana di Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s