Kebutuhan Akan Agama 2 (Petilan Tugas Akhir Etika Agama)

4.1     Kesimpulan dan Rekomendasi

Pada akhirnya, memang agama tetap dibutuhkan sebagai pengatar menuju tatanan moral. Namun pada praktiknya agama tak boleh menjadi ‘garis batas’ yang mengungkung. Suatu diskusi intelektual patut terus dijaga dan dikembangkan guna mencapai suatu tatanan kehidupan yang lebih baik lagi.

Suatu sikap toleransi tetap perlu dijaga, toleransi sebagai bentuk mahfum atas keberadaan manusia, manusia sebagai makhluk sentien. Bentuk toleransi inilah yang tentunya akan menjadi dasar dari kebebasan individu untuk tetap hidup di dunia.

Keberadaan ajaran agama yang sakral tak sepatutnya dibuat menjadi profan. Tak seharusnya pun bagi para pemeluknya untuk menjadi arogan, seolah menjadi ‘perpanjangan tangan Tuhan’. Kita tak berhak menilai, namun kita berhak mendapatkan bentuk perdamaian. Sehingga pada bentuk rekomendasi yang ideal, menurut saya, adalah ketika diskusi tentang agama bukan mengenai ‘benar’ dan ‘salah’-nya, namun pada pencarian akan wujud perdamaian itu sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s