Rumah

tentang rumah-masa-kecil yang saat ini sudah tak lagi di-‘tinggal’-i.
‘tinggal’ dalam artian ‘tempat’,
adanya ruang untuk sekadar ‘pulang’,
rumah sebagai naungan, haribaan.

lewat rekaman itu, seketika ingatan datang,
juga perasaan, dan hal-hal yang dinikmati secara sensori.
sesuatu yang abstrak, namun melekat.

pada momen ini, barangkali Zumthor benar,
ruang adalah sekemas imaji.

imaji-ruang yang tak hanya tinggal dalam benak,
imaji-ruang yang ikut tumbuh,
yang turut bergerak dalam pembentukan lini pemikiran.

rumah-masa-kecil yang turut membangun keajegan kepribadian.
pada titik itulah barangkali arsitektur rumah bukan hanya sebuah selebrasi visual,
karena ketika itu (ketika masa kecil),
makna hadir dalam ‘rupa’ yang permana.

home is where our heart is..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s