Caping

1.

tapi apa yang bisa dibaca dari kata-kata yang tak pernah selesai?

barangkali hanya gumam pada suatu malam yang lindap
kubayangkan dirimu bersandar pada ‘mungkin’ yang menapal batas
seolah angin bercerita tentang dandelion yang meratap :
berkelabatan suatu kegelisahan yang bebas.

2.

dogma, bagimu, mungkin penjara,
yang tak kasat mata.

hingga pada ‘kata’ kau reka,
sebuah samsara yang barangkali tak pernah ada :
dimensi “antara”.

3.

yang menjalin kita
mungkin kata
yang tak pernah bersuara
hanya aksara

hanya aksara

hanya aksara..

hanya aksara,
bukan kata-kata
yang gencar tiba
laksana sebilah amsal yang datang membahana

..

seketika makna
datang dalam rupa yang permana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s