di ujung taman yang senyap itu
kau menenggadah ke langit yang menapal batas

jauh dari nyinyir takdir
yang kadang meringkus

kau sendiri.

“Aku tak pernah sendiri, aku hanya menanti.
Walaupun aku tak tahu masa akankah kembali.”

dan  mentari bagimu,
kebahagiaan, walau hanya cercah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s