Rasa, Asa, lalu Binasa

Aku adalah sebuah kunci inggris yang mutakhir di zamannya.
Aku dapat memasangkan berbagai ukuran baut dengan mur-nya.
Ya, metode yang maju di zaman dan tempatnya.
Hanya tinggal memutar kenop yang berpilin, maka baut maupun mur tadi menjadi klop, menjadi suatu kesatuan yang utuh, bahkan hasil yang lebih dahsyat adalah ; ternyata mur-mur dan baut-baut tadi merupakan komponen penting dalam suatu kinerja yang manusia menjulukinya teknologi.
Mereka semua berpadu, me-makem-kan ikatan antar mereka.
Sempurna.

Aku adalah kunci inggris yang sedang terlelap dalam boks tua yang laduk.
Pilinan kenop yang mutakhir itu kini mulai berkarat, mulai tak berguna.
Tapi tetap saja si montir itu mengenakanku untuk memutar baut-baut atau mur-mur yang kedodoran.
Setelah itu kembali, aku diam di dalam boks tua singgasana pembunuh waktu.

Aku adalah kunci inggris yang semakin ketinggalan zaman, termakan waktu.
Mur-mur dan baut-baut itu semakin padu dalam membentuk teknologi, rasanya sudah ada alat lain yang lebih mutakhir dari diriku ini untuk membenahi itu semua,
atau mungkin sudah tak perlu dibenahi, mereka sudah asik bekerja.
ya, yang terpenting, aku masih disini, masih dipertahankan oleh montir itu untuk diam, menanti karat menggerogoti kemutakhiranku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s