Perang Tanpa Genderang

Setiap orang bersiap dengan uluh uluh persenjataan yang paling mutakhir
untuk menumpas semua serangan 5 penjuru!
Berdalih dari taktik sini ke taktik situ
Semua ingin menjadi yang paling ter dengan dirinya.
Entah itu yang terbaik, terpandai, terhebat, terkeren, terpantas, terpotensial, tercepat, tercerdas, tertembakan jitu, tergoblok sekalipun!

Setiap orang bersikukuh atas dengan pilihan pusat rotasi kehidupannya
hanya pilihan, dan masih berupa pilihan.
Adakah orang yang masih mampu bercermin untuk merasa seberapa besarkah pasak rotasi yang dia punya?
besar pasak dari pada tiang, atau malah ada tiang tanpa pasak?

Dengan keadaan seperti ini, semuanya mengenal untuk saling menjatuhkan, berlomba untuk kehidupannya sendiri tanpa sadar menendang teman sendiri
“Tidak, tidak apa kok mungkin memang saya kurang berusaha..”
Kurang berusaha apanya?
Ini sudah sepenuh dalih aku mati-matian disini, keparat!
Yang hebat makin menjadi,
yang goblok makin tersungkur!
Dimana ada rasa saling membantu saat leher sendiri masih tercekik!
Lepaskan saja tali itu sendiri, dan jadilah mahaperkasa hai kau, arjuna jadi-jadian!
Dalah kunta tak sanggup kau lontarkan!

Ada yang memilih untuk menata kehidupan tapi malah terkucil
Ada yang memilih untuk terus berkutat dengan gulungan kertas tapi malah terperosok oleh adidaya dan adikuasa ketahanan anugrah dari Sang Mahakuasa
Ada yang memliih untuk labrak sana labrak sini toh hanya si aku yang akan merasa senang

Saya hanya sebagian dari orang yang terkucil oleh zaman
Setiap insan punya hak untuk tetap hidup
Pilihan mencari kehidupan itu kemerdekaan individu
Tetapi sayangnya orang besar layaknya Sang Bapak Bangsa Pengukir Kata Indonesia di Kamus Dunia, beliau selalu menjunjung tinggi persaudaraan tanpa batasan, entah batasan dari otak picik yang ingin menang sendiri untuk diri sendiri, entah itu batasan dari rasa sesama leher tercekik yang ingin terbebas duluan atau mungkin batasan akibat membatasi dirinya sendiri.

Apapun usaha yang kita lakukan tidak ada yang tidak berguna, semuanya punya nilai tersendiri untuk kehidupan kita, kita hanya tinggal memilih dan memutuskan kehidupan apa yang kita harapkan

Misi selesai malah dilupakan.
Sungguh menyedihkan.
Semua berkedok ramah saat ingin meraup suatu bintang terang kehidupan.

Mungkin saya cuma bisa berharap.
Selamat datang kehidupan hutan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s