Hanya Aku

Hadirku hanya pada suatu masa.
Selalu.
Setelah waktu berlalu, pencampakan sudah terlalu beku di diriku.
Lumrah.
Kreasi hanya sebatas relasi.
Limpahan jiwa hanya menjadi sebuah taruhan nyawa bagi mereka.
Riak senang dapat, aku dilumat.
Maklumat hanya jimat.

Sebuah stagnansi revolusi diri.
Konklusi dari segala interaksi yang pernah terjadi.
Tali temali sosial yang menjadi sumbu kembang api lepas diri.
Kontraksi yang bukan halusinasi.

Ya, disini, di saat ini.
Tiba sudah saatnya ku kembali melepas diri.
Sebuah arti sudah menjadi milik pribadi.
Pribadi-pribadi tidak tahu diri!
Tri adi tetap disini, seorang diri.
Tuk nantikan kembali hadirnya relasi.

Hanya sebuah rizki dari seni yang selalu dapat kembalikan jati diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s